Kamis, 22 November 2012

Sejarah Lahirnya Sosiologi



Perkembangan Sosiologi Dalam Buku Panduan Dasar Ilmu-Ilmu Sosial, Peter M. Blau dan Joan W. Moore,1988.
1)      Fisafat Sosial Kuno
Dalam filsafat ini ditandai dengan adanya peribahasa dan ajaran agama. Para filsuf yunani tidak mendekati masyarakat dengan sikap ilmiah, yang tidak didasarkan atas pengutamaan kepentingan tetapi dengan membantu menciptakan suatu masyarakat yang dicita-citakan.
Ciri-ciri pemikiran sosial kuno adalah:
a)      Filsafat sosiologi kuno tidak berhasil mengadakan pembedaan antara studi sistem politik dan studi sistem sosial.
b)      Minat untuk menciptakan masyarakat yang dicita-citakan (utopia) telah merintangi upaya pendekatan yang tidak berpengaruh oleh kepentingan apapun yang bersifat objektif dalam mempelajari gejala-gejala sosial.
c)      Perrhatian untuk menjelaskan asal mula pranata sosial atau politik dan perjalanan sejarah telah memusatkan perhatian pada peristiwa sejarah yang khas dan bukan pola sosial yang berulang kali terwujud kembali
2)      Pemisahan Negara dan Masyarakat
Baru pada abad ke-19 perbedaan antara studi politik mengenai pemerintahan dan studi sosiologi mengenai masyarakat dirumuskan dengan nyata dan diterima secara luas. Claude Henri de Saint-Simon mengusulkan pembentukan suatu ilmu pengetahuan baru yang memusatkan kajian pada perubahan keadaan sosial yang sistematis dan ekonomi yang dicuatkan oleh revolusi industri dan kemajuan-kemajuan ilmiah dan bertujuan menemukan hukum-hukum menuju gerak manusia menuju kebahagiaan sosial. Pengetahuan ini dikemukakan lebih lanjut dan diberi nama sosiologi oleh Auguste Comte.
3)      Kekuatan Evolusi yang tidak dapat dielakkan
Asumsi Comte bahwa penerapan ilmu pengetahuan akan mempercepat kemajuan sosial ditentang oleh para penganut faham Darwin Sosial. Mereka setuju dengan anggapan yang menyatakan bahwa perubahan sosial merupakan evolusi, tetapi dengan menambahkan bahwa perubahan tersebut diatur oleh kekuatan mahahebat yang tidak dapat diubah oleh tindakan manusia.
Sejarah Lahirnya Sosiologi dalam buku Sosiologi Teks Pengantar dan Terapan, Bagong Suyanto 2004.
            Faktor yang melatarbelakangi kelahiran sosiologi adalah karena adanya krisis-krisis yang terjadi di dalam masyarakat. Laeyender (1983) misalnya, mengaitkan kelahiran sosiologi dengan serangkaian perubahan dan krisis yang terjadi di Eropa Barat. Proses perubahan dan krisis yang diidentiikasi Laeyendecker adalah tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad 15, perubahan-perubahan di bidang sosial-politik, perubahan berkenaan dengan reformasi Martin Luther, meningkatnya individualisme, lahirnya ilmu pengetahuan modern, berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri, dan revolusi industri pada abad ke-18 serta terjadinya revolusi Perancis. Sosiologi acapkali disebut “ilmu keranjang sampah” (dengan nada memuji) karen membahas ikhwal atau masalah yang tidak dipelajari ilmu-ilmu yang ada sebelumnya dan karena kajiannya lebih banyak terfokus pada problem kemasyarakatan yang timbul akibat krisis-krisis sosial yang terjadi.
Sejarah Lahirnya Sosiologi dalam Buku Pengantar Sosiologi, Kamanto Sunarto, 1993
Menurut Berger dan Berger pemikiran sosiologis berkembang manakala masyarakat menghadapi ancaman terhadap hal-hal yang selama ini dianggap sebagai hal-hal yang memang sudah seharusnya demikian, benar, nyata –menghadapi apa yang oleh Berger disebut threats to the taken-for- granted world (Berger dan Berger, 1981:30). Manakala hal-hal yang selama ini dianggap sebagai pegangan manusia mengalam krisis, maka mulailah orang melakukan renungan sosiologis.
Salah satu hal yang menurut Berger dianggap sebagai ancaman ialah disintegrasi kesatuan masyarakat abad pertengahan, khususnya disintegrasi dalam agama kristen. L. Laeyendecker pun mengaitkan kelahiran sosiologi dengan serangkaian perubahan berjangka panjang yang melanda Eropa Barat. Proses-proses perubahan yang diidentifikasi Laeyendeker ialah tumbuhnya kapitalisme pada akhir abad ke 15, perubahan-perubahan di bidang sosial dan politik, perubahan berkenaan dengan reformasi Martin Luther, meningkatnya individualisme, lahirnya ilmu pengetahuan modern, berkembangnya kepercayaan pada diri sendiri, dan Revolusi Industri pada abad ke 18 serta Revolusi Perancis (Laeyendeckeer,1983:11-43)
.Sejarah Lahirnya Soioilogi dalam Buku Teori Sosiologi Modern, George Ritzer dan Douglas J. Goodman, 2007
Semua bidang intelektual dibentuk oleh setting sosialnya. Hal ini terutama berlaku untuk sosiologi, yang tek hanya berasal dari kondisi sosialnya, tetapi juga menjadikan lingkungan sosialnya sebagai basis masaalah pokoknya. Kita akan memusatkan perhatian pada beberapa kondisi sosial terpenting abad 19  dan awal abad 20. Di bawah ini adalah kekuatan sosial yang berperan dalam perkembangan sosiologi.
1.      Revolusi Politik
Rentetan panjang revolusi politik yang dihantarkan oleh Revolusi Perancis 1789 dan revolusi yang berlangsung sepanjang abad 19 merupakan faktor yang paling besar perannya dalam perkembangan teori sosiologi. Dampak revolusi politik terhadap masyarakat masyarakat sangat dahsyat dan banyak perubahan positif yang elah dihasilkannya. Tetapi yang menjadi yang menjadi sasaran perhatian kebanyakan ahli teori itu bukan konsekuensi positifnya, tetai efek negatifnya.
2.      Revolusi Industri dan Kemunculan Kapitalisme
Revolusi politik dan revolusi industri yang melanda masyarat eropa terutama di abad 19 dan awal abad 20 merupakan faktor langsung yang memunculkan teori sosiologi. Revolusi industri bukan kejadian tunggal, tetapi merupakan berbagai perkembangan yang saling berkaitan yang berpuncak pada transformasi dunia Barat dari corak sistem pertanian menjadi sistem industri.
Revolusi industri, kapitalisme dan reaksi penentangan tersebut menimbulkan pergolakan dahsyat dalam masyarakat Barat. Pergolakan ini pula yang mempengaruhi para sosiolog. Empat tokoh utama dalam sejarah awal teori sosiologi (Marx, Weber, Durkheim dan Simmel) sangat prihatin terhadap perubahan-perubahan sosial besar dan berbagai masalah yang ditimbulkannya bagi masyarakat sebagai kesluruhan.
3.      Kemunculan Sosialisme
4.      Feminisme
5.      Urbanisasi
6.      Perubahan Keagamaan
7.      Pertumbuhan Ilmu Pengetahuan (Sains)
Kesimpulan:
Sosiologi pada awalnya merupakan bagian dari filsafat sosial. Adapun kelahirannya sangat dipengaruhi oleh keadaan sosial masyarakat yang mengalami perubahan besar-besaran karena didorong oleh perisriwa-peristiwa tertentu. Peristiwa-peristiwa itu antara lain revolusi industri dan revolusi Perancis. Para ilmuwan sosial melihat bahwa dengan terjadinya perubahan masyarakat secara signifikan, keteraturan yang telah lama ada di dalam masyarakat menjadi kacau kembali. Masyarakat bukan saja merasaka dampak positif yang erjadi akibat perubahan, tetapi juga ampak negatifnya. Hal ini menyebabkan para ilmuwan berusaha merumuskan dan meneliti apa yang sebenarnya terjadi di masyarakat. Meskiun telah banyak ilmuwan yang meneliti masyarakat, namun pada masa Auguste Comtelah ilmu itu dapat berdiri sendiri dan dinamai sosiologi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar